
Sebuah kendaraan udara tak berawak (UAV) milik Angkatan Udara Israel jatuh pada hari Rabu (18) di wilayah Iran, setelah terkena rudal permukaan-ke-udara saat menjalankan operasi militer.
Informasi ini telah dikonfirmasi oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yang melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan bahwa tidak ada risiko kebocoran informasi rahasia.
+ Video menunjukkan lokasi jatuhnya drone Israel
Menurut media Israel, UAV yang ditembak jatuh tersebut adalah model canggih Kokhav yang diproduksi oleh perusahaan militer Israel Elbit Systems.
+ MV-25 OSKAR: amunisi presisi buatan Prancis diuji dalam pertempuran di Ukraina
Kokhav adalah drone multifungsi dengan nilai strategis tinggi, dikembangkan untuk misi intelijen, pengintaian, dan pengawasan jarak jauh, serta dilengkapi dengan kemampuan ofensif terhadap target di darat. Diperkirakan biaya pesawat ini melebihi 10 juta dolar AS.

Juru bicara IDF menyatakan bahwa kasus ini akan diselidiki secara menyeluruh dan pelajaran operasional akan segera diterapkan sebagai bagian dari persiapan yang sedang berlangsung.
Ia menegaskan bahwa Angkatan Udara Israel dalam beberapa hari terakhir telah beroperasi lebih dari 1.500 kilometer dari perbatasan Israel, dengan tujuan untuk mencapai superioritas udara dan melemahkan sistem pertahanan udara dan peluncur rudal jarak pendek Iran.
Insiden ini menandai pertama kalinya drone Israel ditembak jatuh di dalam wilayah Iran, yang semakin memperburuk perang intelijen dan operasi militer antara Teheran dan Tel Aviv.

Sumber dan gambar: Telegram @iribnews_esfahan | c14 | IDF Telegram @idf_telegram | Wikimedia. Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh tim editorial.
